Self Editing

Sudah berapa banyak tulisan Anda? Sudah seberapa jauhkah pengembangan ide dasar Anda dalam tulisan? Sudah berkembang menjadi berapa bab, sub bab, halaman, atau sudah menjadi berapa ribu karakter dan kata?

Tak ada patokan yang tepat mengenai berapa angka yang harus dicapai untuk sebuah tulisan. Karena, sebuah tulisan adalah sebuah produk yang dibuat oleh penulisnya untuk menjadi sebuah maha karya, yang tentunya bergantung kepada pemahaman masing-masing akan sebuah kesempurnaan. Tapi, sebelum mencapai penyelesaian, terdapat satu hal yang tak boleh terlewatkan. Yakni, proses self editing yang mencakup banyak hal.

Self Editing

Self editing, atau dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata sebagai penyuntingan mandiri, adalah sebuah proses dalam penulisan yang harus dilakukan untuk membuat produk tulisan yang dikerjakan menjadi lebih baik. Mengapa? Karena self editing mencakup banyak sekali hal yang akan membuat tulisan menjadi lebih baik.

Apakah proses ini benar-benar perlu dilakukan? Tentu saja perlu. Tapi apakah harus dilakukan? Tidak harus, namun akan lebih baik jika dilaksanakan. Lalu, bagaimana? Nah, mari simak lebih lanjut.

 

Menyadari Kekurangan/Kesalahan

Coba hitung, sudah berapa lamakah dari pertama kali mendapatkan ide dan kemudian melanjutkannya menjadi sebuah tulisan, hingga saat ini? Kurang lebih sudah mencapai 2 bulan lebih bukan? Pernahkah disadari, bahwa sepanjang waktu tersebut, kita sebagai penulis sudah menjadi sangat dekat dengan tulisan yang kita buat?

 

Saya bersimpati terhadap Anda yang tidak menyadarinya. Kenapa? Karena itu artinya Anda sudah dikuasai oleh tulisan tersebut, dan bukannya menguasai tulisan tersebut. Karena itu artinya Anda buta akan beberapa kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam tulisan tersebut. Padahal, sebuah penulis yang baik adalah penulis yang mampu memperbaiki kesalahannya.

 

Setiap penulis, sebanyak apapun pengalamannya, ketika ia membuat sebuah tulisan, ia akan membuat kesalahan ataupun kekurangan entah itu banyak atau sedikit. Dan, untuk menyadari hal itu, diperlukanlah proses self editing. Karena dengan proses tersebut, kita akan menjadi lebih sigap dan dapat membuat tulisan kita menjadi lebih baik.

 

Endapkan

Langkah utama yang harus dilakukan ketika menjalankan proses self editing adalah mengendapkan tulisan kita. Selesai ataupun tidak, banyak atau sedikit, endapkanlah tulisan kita. Langkah ini amat sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam self editing, karena ketika tulisan diendapkan akan memicu hal-hal lain yang dapat memperbaiki kekurangan atau kesalahan dalam tulisan kita.

 

Tempo yang tepat untuk mengendapkan tulisan, adalah kurang lebih selama seminggu. Kenapa seminggu? Menurut Nick Daws – seorang penulis potensial Inggris, dalam waktu seminggu itu pikiran kita akan menjadi lebih fresh karena terlepas dari tulisan yang sedang dibuat. Dalam waktu seminggu itu, pandangan kita akan menjadi berbeda dibanding saat masih melekat dengan mengerjakan tulisan tersebut.

 

Seminggu terdiri dari 7 hari, Senin hingga Minggu yang dapat menjadi siklus istirahat bagi fisik dan juga pikiran kita setelah menulis secara marathon. Dan, selama seminggu itu pastikanlah tulisan yang diendapkan tersebut tak dibuka, diutak-atik, dibaca, ataupun dipikirkan sama sekali dalam kepala. Karena ini dimaksudkan untuk membuat pikiran kita dapat melihat berbagai hal dan juga ide-ide baru yang membuatnya menjadi tetap segar dan dinamis.

 

Jika waktu seminggu dirasakan terlalu lama untuk mengendapkan tulisan atau sedang dikejar-kejar jadwal tenggat, maka setidaknya sekurangnya satu hari atau 24 jam biarkan tulisan tersebut mengendap. Jangan dibuka, jangan dibaca, jangan diutak-atik, jangan dipikirkan. Pastikan sekurangnya 24 jam tanpa tulisan tersebut jika seminggu tak dapat dilakukan.

 

Pikiran yang segar dengan pandangan yang baru akan membuat kesalahan dan juga kekurangan dalam tulisan yang sudah dibuat akan mudah ditemukan dan juga diperbaiki. Jikalaupun tidak memperbaiki tulisan, setidaknya akan tercipta paradigma baru akan tulisan yang sudah dibuat tersebut, entah itu mengenai alur, amanat, ataupun latar dari tulisan tersebut.

 

Tambah Kurang

Salah satu hal yang seringkali terjadi ketika melakukan self editing adalah menambah dan atau mengurangi tulisan. Hal ini dapat terjadi karena ide-ide segar yang masuk setelah mengendapkan tulisan selama beberapa waktu.

 

Kejadian ini jangan dikhawatirkan akan mengubah tujuan utama penulisan, namun jadikanlah hal ini sebagai masukan agar tulisan menjadi lebih kaya. Akan tetapi, jika terlalu takut akan mengubah tulisan secara keseluruhan, maka sebelum mengerjakan self editing, maka buatlah salinan dari tulisan asli yang belum diproses self editing.

 

Proses penambahan dan pengurangan yang terjadi karena self editing pada tulisan bukan hanya terletak pada konteks isi dan juga materi tulisan. Hal yang harus dicermati antara lain juga pada tanda baca, jarak antar paragraf, serta jeda antar pokok bahasan. Ini dimaksudkan agar pembaca dapat membaca tulisan kita dengan lebih nyaman dan dapat memuaskan.

 

Bagi Dan Ulangi

Beberapa orang mungkin menanyakan hal berikut, “Bagaimana jika tulisan yang sudah dibuat memuat ratusan halaman dan puluhan bab? Apakah self editing tetap perlu dilakukan?”

 

Jawab saya adalah, “Tentu perlu. Justru jika semakin banyak jumlah dalam tulisannya, self editing semakin perlu dilakukan sebelum kemudian dianggap selesai. Karena semakin banyak tulisan yang telah dibuat, kemungkinan menemukan kesalahan dan kekurangan dalam tulisan akan semakin besar. Apalagi jika tulisan telah dibuat sejak beberapa bulan yang lalu, atau bahkan tahunan.”

 

Untuk mempermudah melakukan self editing terhadap tulisan yang berjumlah besar, dan tak ingin lagi membuang banyak waktu karena sudah banyak waktu yang dikeluarkan untuk menulisnya, maka langkah yang paling efektif adalah dengan membagi bagian-bagian yang akan diedit.

 

Bab-bab serta sub-sub yang terjadi, merupakan bagian-bagian yang dapat dipecah-pecah untuk memudahkan self editing. Strukturnya yang merupakan satu kesatuan pembahasan akan mempermudah self editing.

Lalu, setelah dibagi apakah selesai? Tentu belum. Karena langkah terakhir di saat melakukan self editing adalah dengan mengulang membaca hasil sunting (editing) yang telah dilakukan. Dengan mengulang, kita akan mengetahui secara lebih tepat apa yang sudah dilakukan, apalagi jika dengan membandingkan dengan tulisan sebelumnya.

 

Jadi, apa guna self editing sesungguhnya?

Self editing sesungguhnya berguna sebagai mekanisme pengendalian kesalahan yang dapat terjadi dalam tulisan kita sebelum kita memutuskan untuk memberikannya pada penerbit, surat kabar, ataupun memublikasikannya secara mandiri melalui blogs, milis, dan lain-lain. Self editing terutama sangat berguna untuk membuat tulisan kita bukan hasil produk yang serampangan dibuat agar selesai, dan tentunya akan membuat tulisan menjadi lebih sempurna.

 

Jadi, sudah siap untuk mengedit secara mandiri tulisan Anda?

 

 

Tulisan ini ditulis oleh Billy Koesoemadinata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s