Rangkuman Kelas #ATE, 7 September 2013

Rangkuman Kelas #ATE, 7 September 2013

7 September 2013 pukul 23:24
  • #ATE

 

Septi Iswari: aku mau tny dh. sering bgt nemu kata² “tak mengacukkan” dan sejenisnya di ff yg aku baca, tp arti dr kalimat itu menjurus ke arah kalo dia itu “nyuekin” org yg ngajak bicara itu. itu bener atau gk sie?

 

Ans: Mengacukkan atau mengacuhkan? Typo yah? heheheeh, ok oke. Saya pernah baca di kamus besar bahasa indonesia tahun 2008. Isi penjelasannya seperti ini:

 

acuh a peduli; mengindahkan: ia tidak —

akan larangan orang tuanya; murid itu

tidak — larangan dr sekolah;

— tak — tidak menaruh perhatian; tidak

mau tahu;

acuhan n sesuatu yg diindahkan; sesuatu

yg menarik minat

mengacuhkan v memperhatikan atau

memedulikan

Saya juga pernah mencarinya di KBBI Online isi penjelasannya seperti ini: mengacuhkan meng.a.cuh.kan

[v] memedulikan; mengindahkan: tidak seorang pun yg ~ nasib anak gelandangan

cr: http://kamusbahasaindonesia.org/

 

Jadi apa sudah bisa dipahami artinya? Kalau belum silahkan ditanyakan disini. Terima kasih

 

  • #ATE

 

Nisa Riyanto: Aku mau tanya.. cara bikin diksi yang bagus itt gmana?… abis ff ku pda absurd Diksinya –” muehehehe

 

Ans: Sebenarnya tahu nggak diksi itu apa? Diksi itu pilihan kata. Bukan yang melulu berpuisi itu disebut diksi. Masing-masing author memiliki caranya sendiri dalam mengambil diksinya. Ada author yang suka dengan kalimat yang lugas dan mudah dipahami, ada juga yang suka mempercantik tulisan mereka dengan diksi yang aduhai menyentuh relung kalbu saking indahnya.

 

Nah, kamu termasuk author yang seperti apa? Terkadang ada author yang sangat menyukai gaya penulisan yang puitis untuk tulisannya, maka itu akan jadi ciri khasnya. Lalu ada juga author yang suka dengan gaya penulisan yang konyol dan lucu, maka itu juga jadi ciri khasnya. Ada juga author yang suka dengan gaya penulisan bebas yang tak terikat apakah itu berpuisi atau nggak.

 

Menurut saya pribadi sih, diksi itu semacam pilih baju di toko. Cari warna dan model yang pas sama kepribadian, nyaman di pake dan bikin percaya diri. Kalau kamu pakai baju yang sama dengan orang lain, tapi kamu nggak pede, apa enaknya? Sama kayak diksi. Kalau kamu milih diksi yang nggak sesuai dengan karakter kamu ya bakalan terlihat lucu. Sesuaikan saja dengan karakter tulisan kamu. Semisal kisahnya humor, masa iya kamu mau pakai kalimat yang menyayat hati sih? Kan ya nggak lucu =,=

 

jadi sebenarnya bukan masalah diksi kamu bagus apa nggak, tapi cocok apa tidak. Yang penting mah, semuanya dari hati. Banyak membaca dan menilai karya orang lain. Mempelajarinya dan mengembangkannya. Kalau beli novel, jangan hanya dilihat apakah authornya terkenal atau apakah ceritanya bagus saja. Tapi juga perlu, apakah dari novel itu kamu bisa dapat secuil ilmu dari sana atau tidak. Sebenarnya, buku pelajaran penulis itu gampang nyarinya mah. Apalagi penulis fiksi, banyak baca dan belajar dari sana. Internet kan sekarang keren banget, maka dari itu bisa juga dimanfaatan untuk bahan belajar. Eh, penulis amatir pun bisa jadi guru loh.

 

  • #ATE

 

Nay Misaki: Dalam fanfic ada beberapa genre, yang sering dikait kaitkan seperti thriller dan psycho atau fluff dan romance. Bagaimana sih cara membedakan fic termasuk golongan thriller atau pshyco, fluff atau romance? Dan apa boleh mencampur lebih dari dua genre dalam fic? Sekian pertanyaan tentang fic gado gado(?) dari saya.

 

Ans: Banyak banget pertanyaannya yah *ngitung. Oke, jadi begini. Sebenarnya yang kamu sebutkan itu ada dua genre utama. Romance dan Thriller. Sedangkan psycho dan fluff itu adalah bagian dari sub genrenya. Jadi begini, saya mulai dari thriller dan psyco dulu yah

 

Thriller dalam bahasa Inggris adalah sebuah tipe literatur, film dan televisi yang memiliki banyak sub-tipe di dalamnya. Kata tersebut berasal dari kata bahasa Inggris yang dapat diartikan secara bebas sebagai “petualangan yang mendebarkan”. Tipe alur ceritanya biasanya berupa para jagoan yang berpacu dengan waktu, penuh aksi menantang, dan mendapatkan berbagai bantuan yang kebetulan sangat dibutuhkan yang harus menggagalkan rencana-rencana kejam para penjahat yang lebih kuat dan lebih lengkap persenjataannya.

Cr: Wikipedia

 

Sedangkan Psychological-thriller adalah sebuah gere yang lebih spesifik lagi dari genre thriller itu sendiri. Sub-genre ini berkisar luas dan menitikberatkan pada kondisi emosional yang tidak stabil pada karakter, Biasanya dikombinasikan dengan kombinasi dengan genre misteri, drama, dan horor. Jadi kalau thriller itu nggak mempengaruhi konsisi psikis dari penonton atau pembaca atau karakter dalam film, serial, atau buku tersebut maka itu hanya disebut dengan thriller saja. Bukan Psycho thriller. Itu menurut saya pribadi. Saya sendiri susah menjelaskannya. Maaf…

 

Sedangkan Genre Romance sendiri semua orang juga sudah tahu itu genre apa. Kisah cinta atau asmara. Tapi yang mesti ditekankan dalam genre ini adalah, bagaimana kisah romance ini memiliki lika-likunya dalam perjalanan cinta ini. Menceritakan kisah perjuangan dua orang manusia (pria dan wanita) menggapai kebahagiaannya melalui hubungan cinta/asmara dan berakhir bahagia. Biasanya, memiliki akhir yang bahagia. Namun ada kalanya, akhir yang tidak bahagia pun mampu memberikan penghiburan bagi pembaca. Entah karena tokoh utamanya berhasil mengatasi pergulatan batin, atau berhasil memetik pelajaran dari perjalanan cintanya. Jadi isinya, romance saja itu biasanya kisahnya lebih kompleks mengenai perjuangan cinta, apakah aan berakhir bahagia atau sebaliknya.

 

Genre ini juga memiliki sub genre yang salah satunya juga adalah Fluff itu sendiri. Fluff itu kisah romance yang manis dan lebih singkat. Konflik yang dibaw a itu biasanya ringan atau bahkan tak memiliki konflik. soalnya genre yang seperti ini hanya digunakan untuk hiburan semata, bersenanf-senang, iseng dan lain sebagainya. Jadi kadang tujuannya hanya untuk menyenangkan pembaca saja biasanya.

 

  • #ATE

 

TeRry Irawan: Bgaimna mngenai pnggunaan alur? alur maju-mundur sring di sebut2 sbagai alur yg mmbingungkan & tdk mudah di manage, lalu alur jnis apa yg kiranya pling gampang di pahami? dan bgaimana cara mngakali pnggunaan alur maju-mundur agar dpt semenarik alur2 lainnya?

 

Ans: Alur maju mundur itu apa? Saya tahunya alur campuran. Heheheh, Ah susah dan tidaknya itu tergantung dari penulisnya kok. Kalau kamu menganggap itu susah, ya susah juga akhirnya. Kalau kamu anggap itu mudah, ya mudah juga akhirnya. heheheh, esensi dari menulis itu adalah ketika kamu bisa menikmatinya dan tersenyum puas saat sudah mendapatkan hasil akhirnya. Penilaian mah urusan belakang… *kibas rambut. heheeh

 

Alur itu ada tiga, alur maju, alur mundur atau sorot balik dan alur campuran. Semua memiliki keistimewaannya masing-masing. Saya sih udah pernah mencoba ketiganya. Dan saya paling suka alur maju, lebih mudah dan bisa diubah sesuka hati. Karena unsurnya biasanya udah disusun sedetailnya dari awal sampe akhir. Ini aman banget, kisah dalam sinetron biasanya menggnakan alur seperti ini.

 

kalau alur mundur, saran saya sih buat solusinya yang sederhana tapi bermakna bagi pembacanya. Lalu, berikan gambaran yang jelas pada penyelesaian cerita tentang keseluruhan cerita. Soalnya, kisah ini bermula dari ending. Tapi sebenarnya, mau bermula dari ending, jatuhnya juga maju lagi =,= ngeh nggak maksudnya sama kalimat saya?

 

Kalau alur campuran, saya sih tidak suka menggunakan kata ‘flashback’ dalam cerita itu. Cukup tulisan garis besar dari apa yang di flashback-an tersebut. Jika ingin lebih menarik, hilangkan tanda seperti ‘Seoul, enam tahun lalu’. Ah yang seperti itu rasanya sedikit membosankan. Jadi saran saya sih, ketika menulis alur seperti ini, awalnya tetap menggunakan alur maju. Di tengah cerita, selipkan gambaran mengenai kilas balik yang ada dalam cerita itu sehingga membuat pembaca penasaran. Sedikit saja, jangan terlalu panjang supaya tidak membingungkan. Dan percayakah kalian kalau alur ini adalah alur yang paling sering dihindari oleh sebagian besar penulis karena terlalu membingungkan.

 

Semoga Bermanfaat ^^

cr: Miss A @KFFSchool

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s