Opening dan Ending, Mana yang Lebih Penting?

#ATE Opening dan Ending, Mana yang Lebih Penting?

7 September 2013 pukul 22:04

Putri Kurnia Nurmala: Menurut ssaem, lebih baik menemukan ending terlebih dahulu baru menyusun opening, atau sebaliknya?

 

Sebelumnya saya mau bilang makasih untuk pertanyaannya yang cukup bikin saya keselak pas baca. Hah? saya musti jawab apa ini? Hahahaahah

 

Ehem, begini. Kalau saya sendiri sih, maunya susun keduanya saja. Heheheh. Atau malah mulai ditengah dengan menyusun konfliknya terlebih dulu? Lho? Kok?

 

Jadi begini, Kalau saya pribadi, lebih suka menyusun konfliknya terlebih dulu. Dalam sebuah cerita, yang dicari awalnya apa sih kalau bukan konflik sama solusi? Nah, Jadi saya suka memulai dari konflik itu sendiri saja. Saya, pernah nyoba asal bikin di opening dulu. Alhasil, kisahnya menjadi absurd dan meaningless. Nggak bermutu. Saya malah mikir, ini ceritanya mau dibawa kemana sih? *nyanyi bareng armada. Nah, kemudian saya mulai dengan cara yang di awal tadi. saya gabung opening sama endingnya. Eh kok ya malah saya bingung bikin konfliknya, cerita saya malah lompat-lompat. Tapi sebenarnya cara yang ini tidak salah. Hanya butuh penyesuaian saja.Ketika saya menggunakan cara itu, saya menulisnya jadi semacam puzzle. Acak. Tidak teratur. Dan kacau. Sungguh, saya tidak bohong. Saya buat opening dan menghubungkannya dengan endingnya. Saya pusing sendiri. Saya jadi seperti dikotaki, tapi saya baru sadar kalau sebenarnya ini baik untuk kedepannya. Dengan begini kita punya pagar untuk membatasi apa yang kita tulis agar tidak keluar dari jalur yang ada. Namun, kalau tanpa konflik, opening dan ending ini jadi semacam sayur tanpa garam. Nggak lengkap. Maka, ketika kita menuliskan opening dan ending ini sebaiknya kita juga menentukan konflik yang ada dulu.

 

Nah dari sini, saya sih berkesimpulan, tak ada yang lebih baik antara menemuan ending terlebih dahulu atau menyusun opening. Karena ini adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, didahulukan atau dinomorsatukan. saran saya, lebih baik, tentukan tiga unsur itu lebih dulu. Opening, Konflik dan Ending. Baru menyusun yang lainnya. Oh ya, karakter tokoh utama dan tokoh antagonis, jangan dilupakan. Ini juga unsur yang amat penting dalam cerita. Karakter menentukan opening sebagai pengenalan, menentukan konflik apakah akan ‘menggigit’ atau tidak, dan menentukan ending apakah sesuai dengan karakter yang sudah ada atau tidak.

 

Nah, itu tadi menurut saya pribadi, bagaimana menurut kalian, Authordeul? Mari di share!!! ^^

 

cr: Miss A @KFFSchool

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s