Cara & Latihan Menulis Drabble

art-girl-hipster-indie-Favim.com-780641

Apa itu drabble?

Drabble adalah FF singkat, lebih singkat daripada FF Oneshoot. Drabble juga bisa dikategorikan sebagai Flash Fiction. Biasanya hanya terdiri dari 100 kata. Namun ada juga yang menyebutkan lebih dari 200 kata. Versi lainnya menjelaskan ciri utama drabble itu adalah sangat pendek.

Drabble

A drabble is an extremely short work of fiction exactly one hundred words in length, although the term is often misused to indicate a short story of fewer than 1000 words. The purpose of the drabble is brevity and to test the author’s ability to express interesting and meaningful ideas in an extremely confined space.

In drabble contests participants are given a theme and a certain amount of time to write. Drabble contests, and drabbles in general, are popular in science fiction fandom and in fan fiction. The concept is said to have originated in UK science fiction fandom in the 1980s; the 100-word format was established by the Birmingham University SF Society. Beccon Publications published three volumes, “The Drabble Project” (1988) and “Drabble II: Double Century” (1990), both edited by Rob Meades and David Wake, and “Drabble Who” (1993), edited by David J. Howe and David Wake. It was popularized online at 100 Words.

The particular language used may greatly affect the ease or difficulty of writing a drabble. For example, the Finnish two-word sentence “Heittäytyisinköhän seikkailuun?” translates English as “What if I should throw myself into an adventure?”, a sentence of nine words. This density of meaning makes Finnish a much easier language in which to write a drabble than English. Even easier languages would be those which exhibit extreme polysynthesis, such as Cherokee, where an entire English sentence can often be expressed in a single word.

The term comes from Monty Python’s 1971 Big Red Book. In this book, “Drabble” was a word game where the first participant to write a novel wins. In order to make the game possible in the real world, it was agreed that 100 words would suffice.

“Drabble” is also sometimes used colloquially to refer to any short piece of literature, usually fan fiction, where brevity is its outstanding feature. Some stories, called “drabbles” by their authors or readers, total as many as 1,000 words in length. However, such a story might more accurately be termed “flashfic”, “shortfic,” or “ficlet,” in addition to the older “short-short story”. Richard N. Hill recently coined the phrase “dribble” to describe a story that is only 50 words. Michael Kent of The Next Big Writer used “droubble” for a double drabble, a story in exactly 200 words. More information and correct definitions are found at Save the Drabble.

Sources: Reference.com 

 

Mengatakan selalu lebih mudah dibanding mengerjakannya. Seseorang mengatakan bahwa ia senang mendefinisikan ini dari cara membuatnya.  Pertama ia justru akan membuat ide cerita lalu mengembangkannya menjadi cerita pendek terlebih dahulu.  Setelah itu baru memangkas bagian-bagian yang ia rasa tidak perlu, sehingga merampingkan cerita menjadi isi ceritanya saja, dan akhirnya taraaa selesai.

Sedangkan menurut seorang lagi, bak seekor binatang yang mempertontonkan giginya, dan cakarnya yang panjang, dengan tubuh yang ramping, otot yang kuat, tanpa lemak berlebih.  Dan binatang itu akan memukulmu di paragraf pertama.  Jika binatang itu tidak mengeluarkan cakarnya sedikit demi sedikit di paragraf pertama atau kedua, maka ia telah gagal. Tidak ada margin tersisa untuk eror.  Setiap kata harus bermakna, jika tidak, maka kata tersebut harus dihapus.

Source: 365tommorrow.com

 

Unsur pembangun cerita lainnya wajib ada dalam jenis drabble ini sama seperti cerita jenis length lainnya, yaitu karakter, setting, konflik dan solusi. Kesatuan cerita yang utuh, dengan awal, tengah dan akhirnya tetap harus jelas. Kisah yang dituturkan harus tuntas, lugas, gamblang, eksplisit, sederhana, tersurat, mudah dimengerti dan menghibur.

 

Berikut ini adalah tips untuk membuat sebuah drabble:

1) Mulailah dengan ide yang kecil.  Peraslah ide yang besar menjadi ide yang lebih kecil dan paling kecil.

2) Langsung masuk ke puncak konflik sebagai pembuka.

Ketika menulis drabble, kita tidak punya ruang yang cukup untuk berpanjang-panjang kata. Kita harus bisa mengkompresnya sampai satu paragraf pertama atau satu kalimat saja.

3) Menggunakan kalimat-kalimat dengan kaidah “Show don’t tell.” Tunjukkan, jangan katakan. Salah satu triknya dengan menggunakan dialog, dan biarkan pembaca mengalami sendiri situasi yang sedang berlangsung dalam cerita yang kita tulis.

4) Akhir cerita yang jelas, namun sukar ditebak. Salah satu ciri khas  drabble adalah ending yang mengejutkan.

5) Hindari kata keterangan. Ini kata yang sering mubazir kita gunakan di akhir setiap dialog. Misal : “Aku sedang menjelaskan tentang flash fiction,” kataku padanya. “Ah, apalagi itu?” ia kembali bertanya…dan seterusnya. Dengan menulis drabble akan membuat kita terlatih untuk menuliskan setiap kalimat dengan cermat (karena dibatasi jumlah kata), dan membiarkan pembaca berimajinasi sendiri.

Cr: indonovel, jurnalmenulis

Share by @KFFSchool

 

 

Dan ini adalah contoh sebuah drabble: 

Nenek masih tidur sejak tadi pagi, tapi mainan itu masih terus menyala.

“Lucu.” Yoomi menyukai mainan yang kutunjukkan di samping Nenek. Kami sama-sama tertawa mengikuti lekukan garis yang naik turun.

“Ren, main di luar yuk!” Kuperhatikan layar di samping Nenek. Lantas aku teringat apa kata Mama, bereskan mainanmu jika sudah selesai. Kabel di sampingnya aku cabut, takut menganggu tidur Nenek.

Yoomi menarik tanganku, kembali menunjuk-nunjuk layar itu. Garis yang tadi naik turun kini tiba-tiba berubah panjang sekali.

Dan kami tertawa lagi. “Mainannya lucu!”

Kulihat Nenek bergerak sedikit, tapi mungkin tidur lagi.

.

.

.

Nah, sebagai latihan pertama di kelas #EDUFF, mari kita menulis drabble! 🙂 Tak perlu panjang-panjang, jumlah kata tidak dibatasi namun tetap pada ciri khas utama drabble yang pendek. Cast bebas, fiksi juga boleh. Perhatikan poin-poin di atas, ya. Silakan kumpulkan latihanmu via komentar sampai hari Rabu pukul 23:59 WIB.

Terima kasih. 🙂

Iklan

14 responses to “Cara & Latihan Menulis Drabble

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s