Tata Cara Penulisan Dialog

Sudah seringkali kami mengingatkan pada event penulisan lalu tentang dialog, ya. Tapi enggak ada salahnya kita ulas kembali. Nah, ini dia tata cara penulisan dialog:

 

Dasar penggunaan tanda baca dalam dialog

Yang kalian semua pasti udah pada tau, dialog itu dibuka dan diakhiri dengan tanda petik (” … “). Nah, selain itu, kalian juga harus tentuin tanda baca apa yang harus kalian pakai di akhir dialog, yang tergantung pada tujuan dialog tersebut. Kalau dialog tersebut sifatnya pertanyaan, tentunya kalian harus pake tanda tanya (?). Kalau dialog tersebut deklaratif / pernyataan (menyampaikan fakta atau opini), akhiri dengan tanda koma (,) atautanda titik (.), tergantung pada lanjutan dialog tersebut.

Nah, maksudnya apa tuh “tergantung pada lanjutan dialog”? Jadi biasanya, setelah atau sebelum dialog ada frase pelengkap seperti “kata Katy”, ”tukas Mira”, “pekik Henry”, “Mira berkata”, dll. Frase pelengkap ini disebut dialog tag. Nah, dialog tag ini akan mempengaruhi tanda baca yang digunakan untuk mengawali atau mengakhiri dialog deklaratifmu.

Dialog tag dalam kalimat berita/pernyataan

Perhatikan contoh di bawah ini. Sebelumnya, keep in mind kalo kita lagi ngomongin dialog yang sifatnya pernyataan.

(a) “Kemarin Dian nggak pulang,” kata Katy.

(b) Katy berkata, “Kemarin Dian nggak pulang.”

 Frase sejenis kata Katy dan Katy berkata inilah yang namanya dialog tagfrase yang mengikuti dialog, yang berfungsi untuk menginformasikan identitas si pengucap dialog pada pembaca. Dialog tag biasanya ditandai dengan kata-kata seperti “ujar”, “kata”, “pekik”, “tukas”, “sambung”, dll.

Nah, kalo dialog tag ini letaknya di akhir dialog, akhiri dialogmu dengan tanda koma seperti di contoh (a). Sementara kalo dialog tag-nya ada di awal kalimat, gunakan tanda koma setelah dialog tag, dan akhiri dialog dengan tanda titik, seperti di contoh (b). Selain itu, ingat bahwa tanda baca yang mengakhiri dialog harus diletakkan sebelum tanda petik penutup.

Kadang ada beberapa frase yang disalahartikan sebagai dialog tag. Coba deh bandingin dialog (a) dan (b) dengan dialog (c) dan (d).

(c) “Kemarin Dian nggak pulang.” Katy menatap ibunya.

(d) Katy menatap ibunya. “Kemarin Dian nggak pulang.”

Kalimat sejenis “Katy menatap ibunya” di (c) dan (d) ini BUKAN dialog tag. Kalimat tersebut cuma kalimat yang dipakai untuk mendeskripsikan aktivitas Dian yang lain sambil mengatakan dialog tsb.

Kalau kalimat yang mengikuti dialog BUKAN dialog tag, akhiri dialogmu dengan tanda titik seperti di contoh (c). Kalau kalimat tersebut ada di awal (sebelum dialog, seperti di contoh (d)), gunakan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut, baru berlanjut ke dialog.

Dialog tag di antara dua dialog

Nah, sekarang perhatiin deh kalimat ini.

(e) “Kemarin Dian nggak pulang,” kata Katy. “Kamu tau dia ke mana?”

Ada saatnya, dialog tag diletakkan di antara dua dialog yang masih diucapkan oleh orang yang sama. Kalo kasusnya begini, akhiri dialogue tag-mu dengan tanda titik, baru setelah itu tuliskan dialog keduamu, seperti di dialog (e). Jangan lupa, dialog kedua tetap diawali dengan huruf besar.

Beda ceritanya kalo kedua dialog itu sebenernya nyambung, tapi terpisah sama dialog tag. Biasanya ini menandakan bahwa adajeda/pemotongan dalam pengucapan kalimat tersebut. Contohnya kaya dialog (f) di bawah ini.

(f) “Tapi,” kata Dian, “kamu yakin dia mau?”

Nah, kalo gini kasusnya, gunakan tanda koma setelah dialogue tag, dan gunakan huruf kecil untuk mengawali dialog kedua. Hal ini dikarenakan dialog kedua sebenarnya masih merupakan bagian / masih satu kalimat dengan dialog pertama.

 Kalimat berjeda

Ada juga kasus lain, di mana kedua kalimat ini terputus oleh tindakan / action, tanpa dialogue tag.

(g) “Tapi,”–ia meletakkan cangkirnya–”kamu yakin dia mau?”

(h) “Tapi,”–Andi meletakkan cangkirnya–”kamu yakin dia mau?”

Di dialog kaya gini, perbedaannya hanya terletak hanya pada cara penulisan  kalimat tindakan yang menyela (re: kalimat aksi) tsb. Kalimat aksi harus diletakkan di antara dua tanda pisah en dash (–), tanpa menggunakan spasi. Dalam kasus kaya gini, kalimat aksi juga selalu diawali dengan huruf kecil, seperti di contoh (g), kecuali jika kalimat tersebut diawali dengan nama, seperti di contoh (h).

Kalimat terputus

Sekarang gimana kalo kalimatnya terputus? Coba simak dialog-dialog berikut:

(i) “Aku rasa dia nggak a—”

(j) “Aku . . . tidak tau lagi.”

(k) “Aku lelah . . . .”

(l) “Aku lelah . . . ,” keluh Tom.

Ketika dialog terpotong oleh kegiatan atau dialog karakter lain, gunakan tanda pisah em dash (—) seperti di contoh (i). Sementara, jika ada jeda dalam sebuah dialog seperti di contoh (j), atau pengucapan dialog tsb diulur seperti contoh (k) dan (l), gunakan tanda ellipsis (. . .). Jika tandaellipsis muncul di akhir kalimat, tambahkan 1 tanda titik untuk mengakhiri kalimat (contoh (k)) atau tambahkan tanda koma jika dialog tersebut diikutidialogue tag (contoh (l)). Biasanya ada 1 spasi di antara tiap tanda titik.

Kutipan dalam dialog

Ada juga situasi yang mengharuskan kita mengutip kalimat orang lain dalam dialog, seperti di contoh (k) dan (l).

(k) “Tadi aku ketemu dia di jalan, dia cuma bilang, ‘Hai, Mita!’ dan langsung pergi.”

(l) “Seperti kata ayahku, ‘Hidup itu sederhana.’ ”

Saat mengutip perkataan orang lain dalam sebuah dialog, gunakan tanda petik tunggal (‘…’) sebelum dan sesudah kutipan tsb, seperti pada kalimat ‘Hai, Mita!’ dan ‘Hidup itu sederhana.’ dalam (k) dan (l). Jika  tanda petik tunggal (‘) dan tanda petik dua (“) letaknya berdampingan, tambahkan spasi di antara kedua tanda baca tsb.

Dialog panjang

Kadang ada dialog dari karakter yang sama, yang terlalu panjang untuk dijejalkan dalam 1 paragraf. Misalnya seperti contoh (k).

(k) “Kejadiannya dimulai waktu Aaron dan Tina ketemu di pasar malam. Awalnya, si Aaron dikenalin ke Tina sama Andrew, temen baiknya. Kalo diliat dari pertemuan pertama mereka itu, nggak akan nyangka kalo ujungnya mereka bakal jadian. Tian cuek-cuek gitu, Aaron juga. Mereka juga nggak saling nanyain nomor telepon masing-masing.

“Tapi ternyata dua tahun kemudian mereka kerja di kantor yang sama dan akhirnya jadian.”

Dalam kasus seperti ini, dialog ini bisa dibagi menjadi 2 (atau lebih) paragraf yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah, JANGAN akhiri paragraf dialogmu dengan tanda petik penutup sebelum dialog tersebut selesai, seperti di contoh (k).

Kata sapaan dalam dialog

Nah, yang terakhir yaitu penggunaan huruf besar untuk kata sapaan, seperti di contoh (l).

(l) “Jangan pergi, Bu!” Toni memohon pada ibunya.

(m) “Saya hanya ingin membantu Anda.”

Setiap kata sapaan yang ditujukan secara langsung pada lawan bicara si pengucap dialog harus diawali dengan huruf besar, seperti kata  “Bu” di (l). Selain itu, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Anda” juga harus selalu diawali dengan huruf besar, seperti di (m).

 

 

Ehm, sekarang sudah paham, kan, bagaimana tata cara penulisan dialog yang benar? Semoga bisa berlatih dengan baik. Okay, success for exam! ^^

 

Regards,

KFFSchool

 

Referensi:

http://www.helium.com/items/1154195-punctuating-dialogue?page=2

http://theeditorsblog.net/2010/12/08/punctuation-in-dialogue/

via:

http://blog.volpen.com/index.php/534

 

Iklan

6 responses to “Tata Cara Penulisan Dialog

  1. Halo, saya ingin minta bantuannya. Dan amat sangat mohon untuk dijawab.

    Bagaimana bila dialog tag dalam dua dialog itu diikuti oleh sebuah kalimat aksi? Contoh:
    “Aku capek,” keluh Jack, kembali tidur, mendekap gulingnya. “Kau sendiri, sana.”

    Terimakasih bantuannya ^^

    • mau ikut jawab boleh? hehee
      kalo dari yg aku tangkep dari penjelasan di atas, berarti sebelum kata ‘keluh’, kamu bisa pakai tanda em dash (-) juga setelah kata ‘gulingnya’.
      untuk yg kalimat aksinya itu sendiri, aku sendiri ngerasa bakal lebih bagus kalau kamu nulisnya gini
      -keluh Jack lalu kembali tidur sambil mendekap erat gulingnya-
      gimana yaa jadi lebih enak dibaca dan kesannya ngga terlalu motong2 gitu kalo kata aku, tapi itu gimana kamu ajaaa

      semoga membantu yaa
      keep writing ❤

      • Wah, oke, membantu sekali. Iya, kekuranganku sendiri masih suka motong-motong kalimat seperti itu. Terimakasih ya 🙂 sarannya ngebantu bgt. semangat juga untuk menulisnya! ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s