Menulis Butuh Perencanaan

Struktur

 Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian dalam hal fanfiksi bahkan fiksi seringkali menggunakan konsep #whatif (pengandaian). Berikut ini ketika mulai menyusun cerita dengan konsep #whatif yang beberapa menit lalu berjalan.

 

Bias kalian adalah seorang vampir yang kehausan darah lantas tiba-tiba menyusup di kamarmu.

  1. Seseorang datang.
  2. Kau terkejut.
  3. Dia kehausan dan menyergapmu atau dia tidak jadi menyergapmu dengan alasan tertentu.

Itu beberapa hal yang kemungkinan terjadi dalam struktur ceritamu. Struktur di atas bisa saja berubah namun akhirnya tetap pada poin ketiga. Coba Author pikirkan baik-baik, resapi dan ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan dan mulailah berimajinasi.

 

2. Malam tidak terlalu sunyi. Bukan karena kebisingan yang ada di kediaman dan kamar Yura, namun akibat petir yang terus-menerus menyambar, menghasilkan suara menggelegar yang begitu mengerikan. Waktu sudah lewat tengah malam, namun Park Yura belum bisa menutup matanya dengan sempurna. Ia mencengkeram tepi selimut tebalnya. Hujan deras memang sering terjadi belakang ini, namun yang layaknya badai seperti kali ini jarang sekali datang.

Yura semakin ketakutan ketika matanya yang tak sengaja terbuka lebar, menatap ke arah jendela kamar yang sudah tertutupi gordin itu, menampilkan sebuah siluet mengerikan untuk beberapa detik. (Di sini author menambah beberapa poin untuk latar/setting: suasana, tempat dan waktu.)

Tok! Tok! Tok!

1. Suara itu kini semakin membuat Yura merinding. Suara yang berada di luar sana. Seperti ada seseorang yang mengetuk jendela dan berusaha menakutinya. Ketukan itu terus terdengar, sementara Yura berdoa sebanyak mungkin agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Suara ketukan itu hilang. Yura akhirnya bisa bernapas lega dan kembali menjalani ritual tidurnya. Namun, beberapa detik kemudian, ia merasakan hembusan napas yang begitu dingin menggelitik lehernya.

“Park Yura, aku di sini.” (Di sini author tepat memberitahu bahwa seseorang memang benar-benar datang)

Yura kembali membuka matanya lebar dan melirik perlahan ke arah datangnya suara bisikan mengerikan itu. Dan, betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang lelaki bermata merah dengan wajah pucat pasinya, tersenyum lebar menampakkan giginya yang tajam. Lelaki itu berjubah hitam diselingi warna merah darah. Ia menunduk tepat pada leher Yura. Yura berusaha mundur, namun tangan kekar lelaki itu menangkapnya. Entah kenapa, kali ini ia tak bisa berteriak. Seperti ada sesuatu yang menyangkut di pita suaranya. (Di sini author kembali menekankan struktur poin kedua.)

3. “Maafkan aku, Park Yura. Namun, aku terlalu haus.” Lelaki itu dengan perlahan mendekat ke arah leher jenjang Yura dan menggigitnya. Menghisap darahnya, untuk mengilangkan napsu dan rasa hausnya. Beberapa menit kemudian, wajah Yura yang ketakutan berubah menjadi pucat pasi dan matanya tak berkedip lagi. Lelaki itu menjauhkan wajahnya dan menyeringai sembari menghapus jejak darah gadis yang baru saja menjadi korbannya yang masih menempel di sekitar bibirnya.

“Namaku Wu Yi Fan. Senang berkenalan denganmu, Park Yura-ssi,” ucap lelaki itu sebelum ia benar-benar menghilangkan dirinya.

(cast : Park Yura [OC] & Wu Yi Fan / Kris [EXO])

 

oleh: Vadya Rhandissa

 

Untuk author yang ingin mencobanya, kita ikuti yuk struktur di bawah ini:

  1. Taruh seseorang di atas pohon.
  2. Lempari dia dengan batu.
  3. Buat dia turun.

Kelihatannya aneh, tapi coba Anda pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawah kalau Anda ingin menulis cerita-cerita yang hebat.

 

Perencanaan Cerpen

1. Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.

 

2. Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.

 

3. Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.

 

Ketika selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca.

Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya.

 

Tema

 Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.

Ketika menulis, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah cerita atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

 

Tempo Waktu

 Cerita dalam sebuah cerita yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

 

Setting

 Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

 

Penokohan

 Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya.

 

Dialog

 Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

 

Alur

 Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat “twist ending” (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

 

Baca ulang

 Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.

 

cr: http://www.write101.com

via: Ary (pelitaku.sabda.org)

sedikit tambahan oleh Kpop Fanfiction School

 

Semoga bermanfaat! ^^Salam @KFFSchool. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s