ALUR & PLOT

1. Alur Cerita

 

Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu, atau rangkaian peristiwa demi peristiwa dari awal sampai akhir cerita. Ada alur progresif yang bergerak runtut dari awal sampai akhir (A-B-C). Alur kilas balik (flash back) yang dimulai dari akhir cerita kemudian bergerak ke awal cerita (C-B-A). Dan, ada alur percampuran antar kedua alur yang disebutkan di atas.

 

Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action) dari tokoh-tokoh cerita. Alur yang baik akan sangat membantu pembaca untuk menangkap gambaran utuh dari cerita yang disuguhkan. Bagi penulis, penguasaan alur cerita sangat menolong agar tidak kehilangan jejak, atau mentok di tengah jalan.

Sebaiknya sebelum mulai menulis dibuat terlebih dahulu draf alur ceritanya. Hal ini untuk memudahkan kita saat menulis nanti. Walaupun begitu, kita tidak diharuskan terlalu kaku memegang draf awal dari alur tersebut. Karena biasanya ketika menulis, pergerakan alur cerita akan berkembang dengan sendirinya.

 

Kamu bisa menulis draf awal sebuah alur cukup dengan beberapa kalimat saja, paling banyak lima kalimat. Tentunya tidak terlalu ribet, kan.

 

 

Jenis Alur:

 

Alur maju 

Alur maju atau biasa juga disebut alur lurus. Alur ini mempunyai tahapan yang lurus mulai dari perkenalan, pembeberan mula, konflik, klimaks, antiklimaks, penyelasaian. Biasanya penulis-penulis yang menggunakan alur ini adalah penulis-penulis pemula. Dengan menulis menggunakan alur ini, akan terbangun kebiasaan menulis bagi mereka karena penggunaan alur ini tidak terlalu sulit. Dan alur ini kebanyakan digunakan terhadap cerita-cerita yang mudah untuk dicerna, seperti cerita-cerita untuk anak-anak. Tetapi, bukan berarti alur ini tidak bisa digunakan untuk cerita-cerita serius, seperti roman, drama, dll.

 

Alur mundur

Alur mundur/sorot balik adalah alur yang memulai cerita dengan penyelesaian. Alur ini lebih sering kita temui pada cerita-cerita yang menggunakan setting waktu di masa lampau. Seorang penulis yang menggunakan alur ini harus pintar dalam menyusun cerita agar cerita tidak membingungkan pembaca. Tips bagi Anda yang ingin menggunakan alur ini dalam cerita adalah buatlah penyelesaian yang sederhana tapi bermakna dalam cerita Anda. Lalu, berikan gambaran yang jelas pada penyelesaian cerita tentang keseluruhan cerita.

 

 

2. Plot

 

Plot adalah hubungan yang mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lainnya sehingga saling berhubungan yang memicu terjadinya krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks (puncak konflik). Dengan kata lain, adanya suatu peristiwa dibenturkan dengan peristiwa lain, yang saling bergesekan sehingga memantik konflik. Plot inilah yang sesungguhnya menggerakan cerita dari awal sampai akhir yang menghiasinya jalannya cerita tersebut dengan ketegangan, konflik dan penyelesaian (ending).

Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending). Plot digerakkan oleh tokoh cerita, gesekan yang timbul karena pergerakan plot inilah yang melahir ketegangan (suspend) yang menyulut api konflik. Kemudian plot yang mengkondisikan tokoh cerita berusaha untuk mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi tersebut untuk menurunkan tensinya sampai pada ending.

 

Dalam bentuk sederhana plot dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Beginning atau awal cerita
Bagian awal berfungsi sebagai eksposisi yaitu bagian yang memberikan informasi yang diperlukan oleh pembaca agar bisa memahami jalan cerita selanjutnya. Di bagian awal ini biasanya berisi nama tokoh-tokoh, gender, usia, pekerjaan, kondisi sosial, tempat tinggal, dan hal-hal yang menurut penulis penting untuk diketahui oleh pembaca. Pada awal ini biasanya diakhir dengan cerita yang tidak stabil karena cerita yang tidak stabil inilah yang akan memicu kejadian yang akan terjadi berikutnya.
2. Middle atau tengah cerita
Bagian tengah cerita diawali dengan hal-hal yang bisa memicu konflik karena pada bagian tengah cerita ini berupa rangkaian konflik yang intensitasnya semakin tinggi dan mencapai kepuncak dan disebut dengan klimaks sebuah cerita. bagian inilah yang biasanya paling ditunggu oleh pembaca.
3. End atau akhir cerita
Bagian akhir cerita ini berisi penyelesaian atas masalah-masalah yang terjadi dibagian tengah cerita.

Di dalam plot juga terdapat konflik. Konflik yang terjadi disebabkan adanya motivasi dan tindakan serta unsur sebab akibat.

 

Melalui plot pembaca dapat mengikuti urutan cerita lebih mudah. Tatanan plot dalam sebuah cerita yang lebih rinci menurut Mochtar Lubis (1981:17) meliputi:
1. Perkenalan
Dalam bagian perkenalan berisi mengenai tokoh, konflik, dan latar dari cerita yang dibahas dalam novel.
2. Pemaparan masalah
Bagian dimana cerita mulai berkembang sebelum konflik mencapai puncak.

Konflik dapat berupa tindakan/action, pemikiran, kehendak ataupun keinginan. Konflik dapat terjadi diantara:
1. Orang dengan orang lain
Contohnya perkelahian, perbedaan pendapat, persaingan, dll.
2. Orang dengan lingkungan

Dapat berupa manusia berhadapan dengan kekuatan alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, badai, banjir, dll. Dapat juga antara manusia dengan masyakat di sekitarnya, atau bahkan dengan takdirnya.

3. Orang dengan dirinya sendiri

4. Dapat berupa konflik batin, pergulatan dalam diri seseorang, bisa secara fisik, mental, emosi, ataupun moral. Misalnya, ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan atau ketidakmampuan seseorang melakukan sesuatu karena kondisinya.

3. Klimaks
Bagian dimana permasalahan dalam novel mencapai puncaknya.
4. Anti klimaks
Bagian dimana permasalahan dalam cerita mulai ada solusinya.
5. Penyelesaian masalah
Bagian dimana permasalahan dalam cerita dapat diselesaikan.

 

Plot mempunyai peranan penting dalam menunjukkan perubahan suatu cerita. Plot yang konsisten dengan cerita atau tidak melompat-lompat akan lebih mudah dimengerti oleh pembaca daripada plot yang melompat-lompat.

 

Nah, sekarang timbul pertanyaan, apa beda alur dengan plot?

Beberapa perbedaan antara alur dan plot:

1. Alur berisi kronologis cerita, walau susunannya bisa maju, kilas balik atau gabungan.
Alur hanya rangkaian cerita dari awal sampai akhir.

2. Alur bisa dijabarkan dengan gaya narasi, deskripsi, eksposisi dan narasi. Sedangkan plot sebagian besar dengan narasi dan dialog.

3. Plot adalah pergerakan cerita dari satu kejadian demi kejadian yang saling berkaitan, bahkan terkadang sengaja dibenturkan untuk menimbulkan adanya ketegangan, klimaks (puncak konflik), antiklimak (penurunan konflik) sampai ending.

4. Alur adalah badan cerita sedangkan plot adalah ruh yang menggerakan cerita.
Alur ada pada jenis tulisan lain seperti feature dan esai. Sedangkan plot khusus ditemukan dalam cerpen dan novel.

 

 

Semoga bermanfaat untuk authordeul! c:

 

source: menulisdahsyat, staffuny dengan sedikit penambahan.

via: Kpop Fanfiction School

Iklan

2 responses to “ALUR & PLOT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s